podiumnews.online Pergerakan pasar ponsel bekas kembali menarik perhatian, terutama setelah muncul data bahwa iPhone 17 Pro Max menjadi perangkat yang paling banyak ditukar di lapak HP bekas. Meski tergolong baru di pasaran, model ini justru mendominasi daftar trade-in dalam waktu relatif singkat.
Fenomena ini menunjukkan bahwa siklus upgrade pengguna smartphone, khususnya produk Apple, semakin cepat. Banyak konsumen tidak menunggu bertahun-tahun untuk mengganti perangkat mereka. Program tukar tambah pun menjadi solusi praktis untuk mendapatkan model terbaru tanpa harus menjual perangkat lama secara mandiri.
Dominasi dalam Daftar Trade-In
Dalam daftar 20 besar perangkat yang paling sering diperdagangkan kembali, iPhone 17 Pro Max menyumbang sekitar 11,5 persen. Angka ini cukup signifikan mengingat usia perangkat yang belum lama dirilis. Biasanya, ponsel yang mendominasi pasar bekas adalah model yang sudah beredar lebih lama.
Hal ini menandakan tingginya minat pengguna terhadap pembaruan seri terbaru. Sebagian konsumen memanfaatkan momentum awal peluncuran untuk mendapatkan nilai tukar terbaik sebelum harga turun lebih jauh. Strategi ini membuat iPhone 17 Pro Max menjadi model yang aktif berputar di pasar sekunder.
Depresiasi Lebih Lambat dari Generasi Sebelumnya
Salah satu faktor penting yang membuat iPhone 17 Pro Max tetap menarik di pasar bekas adalah tingkat penurunan harganya yang relatif terkendali. Dalam kurun waktu sekitar 145 hari, nilai jual kembali perangkat ini turun sekitar 25,4 persen. Meski tetap mengalami depresiasi, angka tersebut tergolong lebih lambat dibandingkan generasi sebelumnya.
Perlambatan penurunan harga ini membantu menjaga nilai perangkat di pasar sekunder. Artinya, pembeli HP bekas masih bersedia membayar harga cukup tinggi karena melihat daya tahan nilai produk tersebut. Bagi pengguna yang rutin melakukan upgrade, kondisi ini tentu menguntungkan karena selisih kerugian tidak terlalu besar.
Loyalitas Pengguna dan Ekosistem Apple
Dominasi iPhone dalam pasar tukar tambah bukanlah hal baru. Produk Apple dikenal memiliki nilai jual kembali yang kuat dibandingkan banyak merek lain. Salah satu alasannya adalah ekosistem yang terintegrasi, mulai dari iCloud, iMessage, hingga kompatibilitas dengan perangkat lain seperti MacBook dan Apple Watch.
Konsumen yang sudah masuk dalam ekosistem cenderung bertahan dan terus melakukan upgrade di lini produk yang sama. Pola ini membuat perputaran perangkat iPhone di pasar bekas tetap stabil dari tahun ke tahun.
Android Masih Minim di Daftar Teratas
Menariknya, dari daftar 20 besar perangkat trade-in, hanya satu model Android yang berhasil masuk, yaitu Samsung Galaxy S25 Ultra. Kehadiran satu model ini menunjukkan bahwa pasar tukar tambah masih sangat didominasi oleh iPhone.
Perbedaan ini sering dikaitkan dengan faktor depresiasi harga yang lebih cepat pada banyak perangkat Android. Ketika nilai turun drastis dalam waktu singkat, minat konsumen untuk menjual kembali melalui skema trade-in bisa menurun. Sebaliknya, stabilitas harga iPhone mendorong pengguna untuk tetap aktif dalam program tukar tambah.
Mengapa Banyak Pengguna Menukar iPhone 17 Pro Max?
Ada beberapa alasan yang mendorong pengguna untuk menukar perangkat ini meskipun belum lama digunakan. Pertama, adanya varian baru dengan peningkatan fitur tertentu sering kali memicu keinginan upgrade lebih cepat. Kedua, sebagian pengguna memanfaatkan momen harga bekas yang masih tinggi untuk meminimalkan kerugian.
Selain itu, pasar smartphone premium kini bergerak sangat dinamis. Konsumen kelas atas cenderung mengikuti tren teknologi terbaru, baik dari sisi kamera, performa chipset, maupun fitur kecerdasan buatan yang semakin disematkan pada perangkat flagship.
Dampak bagi Pasar HP Bekas
Tingginya jumlah iPhone 17 Pro Max di pasar bekas memberikan dua dampak utama. Pertama, konsumen yang ingin memiliki iPhone terbaru dengan harga lebih terjangkau kini memiliki lebih banyak pilihan unit second berkualitas. Kedua, persaingan harga di lapak HP bekas menjadi semakin kompetitif.
Bagi pedagang, model ini termasuk perangkat yang cepat terjual karena permintaan tetap tinggi. Brand image yang kuat dan reputasi performa stabil menjadi faktor penentu kepercayaan pembeli.
Kesimpulan
Fenomena iPhone 17 Pro Max sebagai perangkat paling banyak ditukar menunjukkan bagaimana dinamika pasar smartphone premium terus berubah. Meski baru diluncurkan, perangkat ini sudah mendominasi pasar trade-in dengan kontribusi signifikan.
Depresiasi yang lebih lambat dibanding generasi sebelumnya membuat nilai jual kembali tetap kompetitif. Ditambah loyalitas pengguna Apple yang tinggi, pasar tukar tambah masih didominasi oleh lini iPhone, dengan hanya sedikit perangkat Android yang mampu menembus daftar teratas.
Ke depan, pola ini kemungkinan besar akan terus berulang pada setiap peluncuran model terbaru. Bagi konsumen, memahami tren depresiasi dan waktu terbaik untuk menjual perangkat bisa menjadi strategi cerdas dalam menjaga nilai investasi gadget mereka.

Cek Juga Artikel Dari Platform faktagosip.web.id
