Samsung Kembali Eksplorasi Desain Smartphone Lipat
Produsen teknologi asal Korea Selatan, Samsung, kembali menarik perhatian dunia teknologi melalui sebuah paten terbaru. Kali ini, Samsung mengajukan desain smartphone lipat bergaya flip dengan engsel 360 derajat, sebuah konsep yang memungkinkan layar dilipat ke dua arah sekaligus.
Dokumen paten tersebut tercatat dalam basis data World Intellectual Property Organization (WIPO) dan dilengkapi dengan sejumlah ilustrasi teknis. Kehadiran paten ini menegaskan bahwa Samsung masih aktif bereksperimen dengan berbagai pendekatan baru di ranah perangkat lipat.
Meski belum tentu akan diwujudkan sebagai produk komersial, konsep ini memberikan gambaran menarik tentang kemungkinan evolusi smartphone lipat di masa depan.
Flip Phone dengan Konsep Layar Tunggal
Berbeda dari smartphone flip yang beredar saat ini, desain dalam paten Samsung ini tidak menampilkan cover screen terpisah di bagian luar. Sebagai gantinya, Samsung menggunakan satu panel layar fleksibel yang berfungsi untuk semua mode penggunaan.
Saat perangkat dilipat ke dalam, pengguna mendapatkan pengalaman seperti flip phone konvensional. Namun ketika dilipat ke luar, layar akan membungkus bagian belakang bodi, sehingga area belakang juga menjadi permukaan aktif.
Pendekatan ini berpotensi menghilangkan kebutuhan layar sekunder, sekaligus menyederhanakan desain visual perangkat.
Engsel 360 Derajat Jadi Kunci Utama
Inti dari konsep ini terletak pada mekanisme engsel 360 derajat. Engsel tersebut dirancang agar mampu menahan lipatan dua arah, baik ke dalam maupun ke luar, tanpa merusak panel layar.
Secara teknis, ini bukan tantangan sederhana. Layar fleksibel harus mampu menahan tekanan dan tarikan dari dua arah berbeda, sementara engsel perlu menjaga kestabilan struktural dalam jangka panjang.
Samsung dikenal sebagai salah satu perusahaan dengan riset engsel paling maju di industri, sehingga paten ini menunjukkan tingkat kepercayaan diri mereka dalam pengembangan teknologi mekanis dan material.
Posisi Engsel Tidak di Tengah Bodi
Hal menarik lain dari paten ini adalah posisi engsel yang tidak berada tepat di tengah bodi. Dari sketsa yang ditampilkan, terlihat bahwa ketika perangkat dilipat ke dalam, bagian bawah bodi tetap terbuka sebagian.
Kondisi ini membuat sebagian layar masih terlihat, meski ponsel dalam keadaan terlipat. Desain tersebut membuka kemungkinan baru untuk menampilkan notifikasi, jam, atau informasi singkat tanpa harus membuka perangkat sepenuhnya.
Pendekatan ini berbeda dari cover screen konvensional yang biasanya terletak di bagian luar ponsel flip.
Potensi Pengalaman Pengguna yang Baru
Jika konsep ini diwujudkan, pengalaman pengguna bisa berubah cukup signifikan. Tanpa layar luar terpisah, seluruh interaksi bergantung pada satu panel layar utama.
Dalam mode lipat ke luar, bagian belakang ponsel bisa berfungsi sebagai layar tambahan untuk notifikasi, kontrol musik, atau preview kamera. Ini juga berpotensi menghadirkan cara baru dalam pengambilan foto selfie menggunakan kamera utama.
Desain semacam ini bisa memberikan fleksibilitas tinggi, meski juga menuntut adaptasi dari sisi antarmuka perangkat lunak.
Detail Kamera dan Komponen Lain
Paten tersebut juga menampilkan cutout kamera pada salah satu sisi layar yang kemungkinan berfungsi sebagai bagian belakang perangkat saat dilipat ke luar. Ini mengindikasikan bahwa Samsung telah memikirkan integrasi kamera dengan desain layar tunggal tersebut.
Namun, detail teknis mengenai jumlah kamera, spesifikasi sensor, atau tata letak modul belum diungkap. Seperti paten pada umumnya, ilustrasi lebih berfokus pada konsep struktural daripada spesifikasi final.
Hal ini wajar mengingat paten bertujuan melindungi ide, bukan mengumumkan produk siap jual.
Masih Sebatas Konsep, Belum Produk Massal
Penting untuk dicatat bahwa tidak semua paten berujung menjadi produk komersial. Banyak paten Samsung yang hanya menjadi eksperimen teknis atau referensi riset internal.
Hingga saat ini, Samsung belum memberikan indikasi bahwa smartphone flip dengan engsel 360 derajat ini akan diproduksi massal. Tidak ada bocoran jadwal rilis, nama produk, atau lini yang akan mengusung desain tersebut.
Meski demikian, keberadaan paten ini menunjukkan arah riset Samsung dalam mengeksplorasi batas desain smartphone lipat.
Rekam Jejak Samsung dalam Teknologi Layar Lipat
Samsung dikenal sebagai pionir di pasar smartphone lipat melalui lini Galaxy Fold dan Galaxy Z Flip. Perusahaan ini juga kerap memamerkan konsep layar eksperimental di berbagai ajang teknologi.
Beberapa konsep yang pernah dipatenkan atau dipamerkan Samsung bahkan baru direalisasikan bertahun-tahun kemudian. Hal ini menunjukkan bahwa paten sering menjadi langkah awal sebelum teknologi benar-benar matang.
Dengan rekam jejak tersebut, peluang konsep flip 360 derajat ini muncul sebagai prototipe di masa depan tetap terbuka.
Implikasi bagi Industri Smartphone
Jika suatu hari konsep ini diwujudkan, dampaknya bisa cukup besar bagi industri. Desain layar tunggal yang fleksibel ke dua arah dapat menginspirasi produsen lain untuk meninggalkan konsep cover screen tradisional.
Namun, tantangan terkait durabilitas layar, efisiensi biaya produksi, dan adaptasi software akan menjadi faktor penentu keberhasilannya.
Konsep ini juga menegaskan bahwa inovasi di sektor smartphone lipat masih jauh dari kata selesai.
Menunggu Langkah Selanjutnya dari Samsung
Untuk saat ini, paten layar flip 360 derajat ini masih menjadi bahan diskusi dan spekulasi. Publik hanya bisa menunggu apakah Samsung akan membawa konsep ini ke tahap prototipe atau pameran teknologi.
Jika melihat kebiasaan Samsung yang gemar memamerkan teknologi layar futuristik, bukan tidak mungkin konsep ini akan muncul dalam bentuk demonstrasi, meski belum tentu langsung dijual ke pasar.
Penutup
Paten smartphone flip dengan engsel 360 derajat menunjukkan keberanian Samsung dalam mengeksplorasi desain yang tidak konvensional. Dengan layar tunggal yang bisa dilipat ke dalam dan ke luar, konsep ini menawarkan cara baru dalam berinteraksi dengan perangkat lipat.
Meski masih sebatas dokumen paten, ide ini memperlihatkan arah riset Samsung yang terus mendorong batas teknologi layar fleksibel. Kini, publik hanya bisa menunggu apakah inovasi berani ini akan keluar dari laboratorium dan benar-benar hadir di genggaman konsumen suatu hari nanti.
Baca Juga : JBL Perkenalkan Tiga Earbuds Baru di CES 2026
Cek Juga Artikel Dari Platform : bengkelpintar

