Xiaomi mengungkap lonjakan tajam harga komponen memori yang berdampak langsung pada biaya produksi smartphone. Kenaikan ini menjadi salah satu tantangan besar industri teknologi di tahun 2026.
Presiden Xiaomi, Lu Weibing, menyebut fenomena ini berkaitan erat dengan krisis chip global yang dipicu perkembangan pesat teknologi AI.
Biaya Memori Naik Drastis
Xiaomi kini harus mengeluarkan tambahan biaya hingga 1.500 yuan untuk paket memori 12 GB RAM dan 512 GB penyimpanan.
Kenaikan ini setara dengan jutaan rupiah dibandingkan tahun sebelumnya.
Harga Komponen Melonjak Hingga 4 Kali
Menurut Weibing, harga komponen memori meningkat hingga empat kali lipat dibanding awal 2025.
Harga yang sebelumnya sekitar 500 yuan kini melonjak menjadi sekitar 2.000 yuan.
Dampak AI pada Industri Chip
Lonjakan ini dipicu oleh meningkatnya permintaan terhadap teknologi kecerdasan buatan.
Kebutuhan komputasi tinggi membuat permintaan chip memori meningkat drastis di seluruh dunia.
Lini Redmi Paling Terdampak
Submerek Redmi yang dikenal dengan harga terjangkau menjadi salah satu yang paling terkena dampak.
Strategi harga kompetitif kini menghadapi tekanan akibat kenaikan biaya produksi.
Penyesuaian Harga Smartphone
Beberapa model mulai mengalami kenaikan harga, salah satunya Redmi K90 Pro Max.
Kenaikan harga ini dilakukan untuk menyesuaikan dengan lonjakan biaya komponen.
Promosi Dihentikan Sementara
Xiaomi juga menghentikan sementara program promosi untuk beberapa seri seperti Redmi Turbo 5.
Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas bisnis di tengah tekanan biaya.
Dampak Global Termasuk Indonesia
Meski awalnya terjadi di China, dampak kenaikan harga mulai dirasakan di pasar global.
Indonesia menjadi salah satu pasar yang juga akan mengalami penyesuaian harga.
Tantangan Industri Teknologi
Krisis memori global diperkirakan masih akan berlanjut.
Produsen smartphone harus mencari strategi baru untuk menjaga keseimbangan antara harga dan kualitas.
Kesimpulan
Lonjakan harga RAM menjadi sinyal penting bagi industri teknologi.
Dengan meningkatnya kebutuhan AI, harga perangkat elektronik kemungkinan akan terus mengalami tekanan dalam waktu dekat.
Baca Juga : ASUS ExpertBook P1 Laptop Bisnis Ringan dan Aman
Cek Juga Artikel Dari Platform : hotviralnews

